Catatan Arvy - Pada sebuah jaringan komputer, kehadiran protokol sangat penting untuk menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lainnya. Tanpa adanya protokol, maka komputer-komputer tersebut tidak akan bisa saling bertukar informasi. Apakah Anda sudah mengetahui pengertian dan fungsi dari protokol tersebut? Artikel ini akan menjelaskan kepada Anda tentang protokol jaringan komputer. Berikut informasi selengkapnya :
Macam - Macam Protokol Jaringan :
- Membantu proses error handling / melaporkan apabila
terjadi error pada sebuah jaringan
- Error merupakan salah satu gejala yang paling mungkin
terjadi di dalam sebuah jaringan komputer. Error biasanya terjadi ketika
pesan dan juga request tidak dapat tersampaikan ke host, ataupun koneksi
terputus atau kehilangan koneksi dalam proses transmisi data di dalam
jaringan komputer.
- Dengan adanya protocol ICMP ini, maka setiap error yang
terjadi dapat dihandle langsung oleh protocol ini, dimana protocol ICMP
ini bertugas untuk melakukan tindakan – tindakan ketika terjadi yang
namanya error di dalam sebuah jaringan komputer tersebut.
- Membantu control procedure atau prosedur pengaturan
pada sebuah jaringan.
- Control procedure atau prosedur pengontrolan juga
merupakan tugas dan fungsi utama dari protocol ICMP ini. ICMP bertugas
untuk mengatur dan mengontrol segala macam bentuk pengaturan pada sebuah
jaringan kompter. Dengan adanya ICMP ini, maka setiap jaringan komputer
dapat berjalan sesuai dengan prosedur juga ketentuan yang ada, sehingga
tidak mengalami melenceng atau kesalahan dalam proses transmisi jaringan
tersebut.
- Menyediakan pengendalian error dan pengendalian arus
pada network layer atau lapisan jaringan.
- Pengendalian error atau error handling sudah dibahas
pada poin sebelumnya. Akan tetapi, selain melakukan pengendalian error
atau error handling ini, ICMP juga memiliki tugas juga fungsi lainnya,
yaitu melakukan pengenalian terhadap arus informasi yang ditransmisikan
pada network layer atau lapisan jaringan.
- Seperti diketahui, ketika bekerja, sebuah jaringan akan
memiliki beberapa macam lapisan atau layer – layer tertentu yang mana
setiap paket data harus melewatinya. ICMP bertugas untuk melakukan
pengendalian terhadap arus yang akan masuk ke dalam masing – masing layer
tersebut.
- Mendeteksi terjadinya error pada jaringan, seperti
connection lost, kemacetan jaringan dan sebagainya.
- Tugas pendeteksian dan juga pelaporan akan terjadinya
error juga merupakan tugas dan fungsi utama dari ICMP ini. ICMP merupakan
protocol yang memilki peran penting ketika terjadi error pada sebuah
jaringan atau network. Ketika ICMP mendeteksi terjadinya error, biasanya
router atau perangkat keras jaringan lainnya akan memberikan tanda kepada
ICMP, misalnya host tidak dapat dijangkau, atau koneksi terputus.

POP3 (Post Office Protocol 3) adalah versi terbaru dari
protokol standar untuk menerima email. POP3 merupakan protokol client/server
dimana email dikirimkan dari server ke email lokal. Digunakan untuk
berkomunikasi dengan email server dan mengunduh semua email ke email lokal
(seperti Outlook, Thunderbird, Windows Mail, Mac Mail, dan sebagainya), tanpa
menyimpan salinannya di server. Biasanya, dalam aplikasi email terdapat pilihan
untuk tetap menyimpan salinan email yang diunduh pada server atau tidak.
Apabila Anda mengakses akun email yang sama dari perangkat
berbeda, kami sangat merekomendasikan Anda untuk menyimpan backup. Hal ini
perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi, semisal perangkat kedua tidak
mengunduh email, sementara perangkat pertama sudah menghapusnya.
POP3 adalah protokol komunikasi satu arah, yang artinya
data diambil dari server dan dikirimkan ke email lokal di perangkat komputer
Anda.
Port POP3 Default
• Port 110 – Port tanpa dienkripsi
• Port 995 – Port SSL/TLS, nama lainnya POP3S
Kelebihan Menggunakan POP3
Ketika email sudah diunduh melalui aplikasi local mail di komputer, Anda tidak perlu terhubung ke internet apabila Anda ingin membukanya kembali.
Kebanyakan tidak ada ukuran limit untuk email yang dikirim dan diterima.
Dapat membuka file attachment dengan cepat .
Tidak ada ukuran maksimal untuk mailbox, kecuali harddisk komputer Anda penuh.
Kekurangan Menggunakan POP3
Jika JavaScript pada email reader diaktifkan, email phishing dengan embed JavaScript dapat terbaca di email.
Semua pesan akan disimpan di komputer. Hal ini dapat mengurangi space pada harddisk komputer.
Semua file attachment diunduh dan disimpan dalam komputer. Karenanya, potensi komputer terinfeksi virus dari email lebih besar.
Folder email terkadang hilang. Jika ini yang terjadi, upaya restore cukup sulit dilakukan.

Simple Mail Transfer Protocol atau SMTP adalah suatu
protokol untuk berkomunikasi dengan server guna mengirimkan email dari lokal
email ke server, sebelum akhirnya dikirimkan ke server email penerima. Proses ini
dikontrol dengan Mail Transfer Agent (MTA) yang ada dalam server email Anda.
SMTP sendiri pertama kali mulai didefinisikan oleh RCF pada tahun 1982, yang juga dikenal dengan nama STD 10. Hingga saat ini, protocol SMTP ini sudah diperbaharui, dan perbaharuan terakhirnya adalah pada tahun 2008, yang dilakukan oleh RFC 5321. Sama seperti beberapa protocol aplikasi internet lainnya yang banyak digunakan, seperti HTTP misalnya, SMTP juga menggunakan protocol TCP dalam internet untuk dapat bekerja, dengan spesialisasi sebagai pengirim surat elektronik atau email.
Port SMTP Default
• Port 25 – Port
tanpa dienkripsi
• Port 426 – Port SSL/TLS, nama lainnya SMTPS
Cara kerja SMTP
Untuk bisa lebih memahami mengenai SMTP dalam proses
pengiriman sebuah email, maka ada baiknya kita juga mempelajari mengenai cara
kerja dari SMTP ini di dalam proses pengiriman surat elektronik atau email.
Cara kerja dari protocol SMTP ini pada dasarnya sangatlah
sederhana. Prinsip dasar dan prinsip utama dari penggunaan SMTP ini adalah
bahwa terdapat sebuah email server yang bertugas sebagai penampung sementara
surat elektronik, sebelum dikirmkan ke alamat email penerima.
Jadi, ketika user akan mengirimkan sebuah surat elektronik,
maka surat elektronik tersebut, yang dikirmkan oleh user akan menggunakan
protocol SMTP, sehingga surat tersebut kemudian akan masuk ke dalam email
server, untuk dicocokan dengan alamat email penerima. Ketika alamat email penerima
sudah terdeteksi cocok, maka surat elektronik atau email tersebut kemudian di
kirimkan ke alamat email yang dituju, dan pengirim akan memperoleh notifikasi
bahwa email sudah dikirimkan ke alamat email.
Apabila kita melihat hal ini, maka cara kerja SMTP ini
persis seperti cara kerja kotak pos atau bis surat yang dulu sering kita
gunakan untuk mengirimkan surat dari kota ke kota. SMTP bisa kita analogikan
sebagai sebuah bis surat atau kotak pos. ketika kita akan mengirimkan surat,
maka kita akan memasukkan surat kita ke dalam kotak pos tersebut, dan tukang
pos akan mengambil surat anda untuk dimasukkan ke dalam kantor pos, disortir,
lalu kemudian dikirmkan ke alamat yang tertera pada surat tersebut.
Satu – satunya perbedaan antara penggunaan protocol SMTP dengan
analogi kotak pos ini hanyalah terdapat pada kecepatan dan tipe surat yang
digunakan. Apabila ketika menggunakan kotak pos, kita mengirimkan surat secara
fisik, maka pada SMTP, kita mengirimkan surat secara elektronik, yang mana
waktu pengiriman pun jauh lebih cepat. Meski berbeda, namun demikian hal ini
menunjukkan bahwa ketika kita mengirimkan sebuah email, email yang kita kirim
tersebut akan melewati beberapa proses yang sama seperti ketika kita
mengirimkan surat biasa menggunakan jasa pos.
Protokol SMTP sendiri bisa kita akses dan kita gunakan
berkat bantuan ISP atau internet service provider yang kita gunakan. Kebanyakan
Internet Service Provider sudah menambahkan fitur pengiriman email melalui
SMTP, sehingga kita bisa mengirimkan email menggunakan protocol ini.
D. FTP

File Transfer Protocol (FTP)
adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu
network yang menggunakan TCP koneksi bukan UDP. Dua hal yang penting dalam FTP
adalah FTP Server dan FTP Client. FTP server adalah suatu server yang
menjalankan software yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file
dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat
permintaan (request) dari FTP client.
FTP client adalah computer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file. Setelah terhubung dengan FTP server, maka client dapat men-download, meng-upload, merename, men-delete, dll sesuai dengan permission yang diberikan oleh FTP server.
Tujuan
dari FTP server adalah sebagai berikut :
Untuk tujuan sharing data
Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer
Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi user
Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien
Kelebihan
FTP
FTP
sebagai protokol yang menjembatani pertukaran informasi di dalam suatu komputer
ini memiliki banyak kelebihan, antara lain :
Memiliki sistem keamanan enkripsi pada jaringan yang digunakan sehingga kamu tidak perlu khawatir akan peretasan data pribadi.
FTP memiliki fungsi sebagai penyimpanan, di mana data yang dikirimkan tidak akan hilang atau dihapus oleh komputer dan perangkat elektronik lain.
Meski menggunakan FTP memerlukan verifikasi, namun sudah ada software yang membantumu melakukannya, beserta dengan petunjuk verifikasi. Tambahan informasi, verifikasi menggunakan FTP ini hanya ada dua langkah saja.
FTP mampu menjembatani pertukaran informasi dan file antar komputer. Selama prosesnya, sudah dilengkapi dengan sistem keamanan yang melindungi data yang kamu kirim ataupun terima.
FTP mampu melakukan backup data dan file, termasuk restore pada sebuah website.
Transfer data dan informasi melalui FTP sangat mudah dan efisien.
FTP dapat digunakan sebagai indirect computer atau implicit remote computer.
Kekurangan
FTP
Di
samping memiliki kelebihan, FTP juga memiliki kekurangan seperti:
Sangat bergantung dengan adanya sistem keamanan enkripsi. Tanpa ada sistem keamanan enkripsi, maka FTP tidak aman digunakan untuk transfer data dan informasi.
Desain yang tidak begitu kuat sehingga bisa membahayakan administrator karena minimnya informasi tentang faktor risiko yang akan dihadapi.
Kesalahan dalam menyampaikan informasi sering terjadi sehingga administrator sulit memahami informasi yang diterima.
Cara
kerja FTP
FTP
bekerja dengan mengandalkan autentikasi standar yang meminta pengguna komputer
memasukkan username dan password untuk bisa mengakses data. Setiap kali kamu
ingin mengunduh, mengunggah, ataupun melakukan aksi lain terhadap data dalam komputer,
maka diperlukan akses dari FTP untuk perintah yang kamu lakukan. Password dan
username itulah yang menjadi kunci aksesmu untuk mengakses data di dalamnya.
Dengan password dan username yang diberikan oleh FTP, kamu bisa leluasa
memindahkan, menyalin, membuat, dan menghapus data yang ada di dalam direktori
penyimpanan komputer.
Namun, sebelum terjadi pertukaran data tersebut, FTP client terlebih dahulu harus melakukan permintaan koneksi terhadap FTP server. Jika FTP client terhubung ke FTP server, barulah di situ terjadi aktivitas yang kerap kamu lakukan seperti mengunduh data, mengunggah, dan sebagainya.
E. ARP

Protokol ARP atau
Address Resolution Protocol merupakan sebuah protokol yang bertanggung jawab
mencari tahu Mac Address atau alamat hardware dari suatu Host yang tergabung
dalam sebuah jaringan LAN dengan memanfaatkan atau berdasarkan IP Address yang
terkonfigurasi pada Host yang bersangkutan. Dalam OSI layer, protokol ini
berkeja antara Layer 2 dan Layer 3.
Penting bagi kita
untuk mengetahui apa saja peranan dari protokol ARP ini. Oleh karena itu,
berikut saya jabarkan sedikit apa saja fungsi serta peran dari Protokol ARP.
Peran protokol ARP ini sangat penting dalam jaringan, terutama mengenai komunikasi data yang terjadi dalam jaringan. Setiap host yang tergabung atau terhubung dalam sebuah jaringan LAN saling berkomunikasi menggunakan alamat fisik (Mac Address) dan tidak menggunakan alamat logis (IP Address).
Dikatakan pada poin nomor satu, bahwa setiap Host berkomunikasi menggunakan alamat fisik (Mac Address). Jadi, mau tidak mau setiap sebuah Host yang ingin berkomunikasi dengan Host lain harus mengetahui Mac Address yang dimiliki oleh Host tujuannya tersebut.
Lalu bagaimana sebuah Host bisa mendapatkan informasi mengenai Mac Address dari Host tujuannya? Jawabannya adalah pada tahapan transfer data. Sebelum sebuah data diberikan Mac address, terlebih dahulu data tersebut diberi alamat logis berupa IP Address. IP address yang ditambahkan ini merupakan IP address dari Host pengirim dan Host penerima.
Baru kemudian menentukan alamat fisik atau Mac Address dari Host tujuan. Nah, apabila belum diketahui alamat fisiknya, mau tidak mau harus dicari terlebih dahulu. Disinilah peran protokol ARP, dengan memanfaatkan informasi IP address Host tujuan yang ada, maka Host pengirim melakukan pencarian dengan menugaskan Protokol ARP.
Cara Kerja Protokol ARP

Awalnya protokol ARP melakukan pengiriman sebuah pesan yang sifatnya broadcast atau menyeluruh. Isi dari pesan tersebut berupa permaintaan sebuah alaman Mac Address suatu Host berdasarkan IP address setiap Host. Pesan permintaan ini dikirim secara menyeluruh ke semua Host yang tergabung dalam jaringan LAN.
Setelah pesan tersebut sampai pada Host tujuan, maka Host tujuan akan membalas pesan tersebut dengan sebuah pesan balasan yang berisi alamat fisik atau Mac Address yang sesuai dengan IP address yang diminta tadi.
Bisa disimpulkan, protokol ARP ini bertugas dengan cara mem-filter setiap host yang tergabung dalam jaringan dan mencari tahu apa alamat Mac address dari IP address yang dimaksud. Jadi, bisa dikatakan bahwa protokol ARP ini bertuga sebagai penerjemah alamat logis berupa IP address menjadi alamat fisik yaitu Mac Address.
Kelebihan Dan Kekurangan Ipv4 dan Ipv6

A. Internet Protokol versi 4
Kelebihan :
- Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.
- Pengelolaan rute informasi yang tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil. Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi tersebut dapat secara bebas memberikan address bagian host pada masing-masing hostnya.
Kekurangan :
- Panjang alamat 32 bit (4bytes).
- Dikonfigurasi secara manual atau DHCP IPv4.
- Dukungan terhadap IPSec opsional.
- Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan pada router, menurunkan kinerja router.
- IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat). IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja.
B. Internet Protokol versi 6
Kelebihan :
Format header baru. Header baru IPv6 lebih efisien daripada header pada IPv4 (karena memiliki overhead yang lebih kecil). Hal ini diperoleh dengan menghilangkan beberapa bagian yang tidak penting atau opsional.
Jumlah alamat yang jauh lebih besar. Dengan spesifikasi bit untuk alamat standar sebanyak 128-bit memiliki arti IPv6 akan mampu menyediakan 2128 kemungkinan alamat unik. Walaupun tidak semuanya akan dialokasikan namun sudah cukup untuk keperluan masa mendatang sehingga teknologi semacam NAT pada IPv4 sudah tidak perlu lagi digunakan.
Infrastruktur routing dan addressing yang efisien dan hirarkis. Arsitektur pengalamatan IPv6 yang hirarkis membuat infrastruktur routing menjadi efisien dan hirarkis juga. Adanya konsep skup juga memudahkan dalam manajemen pengalamatan untuk berbagai mode teknologi transmisi.
Kemampuan Plug-and-play melalui stateless maupun statefull address auto-configuration. Pada teknologi IPv6, sebuah node yang memerlukan alamat bisa secara otomatis mendapatkannya (alamat global) dari router IPv6 ataupun cukup dengan mengkonfigurasi dirinya sendiri dengan alamat IPv6 tertentu (alamat link local) tanpa perlu adanya DHCP server seperti pada IPv4. Hal ini juga akan memudahkan konfigurasi. Hal ini penting bagi kesuksesan teknologi pengalamatan masa depan karena di Internet masa depan nanti akan semakin banyak node yang akan terkoneksi. Perangkat rumah tangga dan bahkan manusia pun bisa saja akan memiliki alamat IP. Tentu saja ini mensyaratkan kesederhanaan dalam konfigurasinya. Mekanisme konfigurasi otomatis pada IPv6 ini akan memudahkan tiap host untuk mendapatkan alamat, menemukan tetangga dan router default bahkan menggunakan lebih dari satu router default untuk redundansi dengan efisien.
Keamanan yang sudah menjadi standar built-in.Jika pada IPv4 fitur IPsec hanya bersifat opsional maka pada IPv6 fitur IPsec ini menjadi spesifikasi standar. Paket IPv6 sudah bisa secara langsung diamankan pada layer network.
Dukungan yang lebih bagus untuk QoS. Adanya bagian (field) baru pada header IPv6 untuk mengidentifikasi trafik (Flow Label) dan Traffic Class untuk prioritas trafik membuat QoS yang lebih terjamin bisa diperoleh, bahkan ketika payload dari paket terenkripsi dengan IPSec dan ESP.
Berbagai protokol baru untuk keperluan interaksi antar node.Adanya protokol baru misalnya Network Discovery dengan komunikasi multicast dan unicast yang efisien bisa menggantikan komunikasi broadcast ARP untuk menemukan neighbor dalam jaringan.
Ekstensibilitas.
Di masa depan IPv6 dapat dikembangkan lagi fitur-fiturnya dengan menambahkanya pada extension head.
Kekurangan :
Operasi IPv6 membutuhkan perubahan perangkat (keras dan/atau lunak) yang baru yang mendukungnya.
Harus ada pelatihan tambahan, serta kewajiban tetap mengoperasikan jaringan IPv4, sebab masih banyak layanan IPv6 yang berjalan di atas IPv4.
PERBANDINGAN IPv4 DAN IPv6
















